8. Kisah Perjalanan ke Tabuk Melewati Perkampungan Kaum Tsamud

Perang Tabuk adalah peperangan yang sangat masyhur. Inilah perang terakhir yang dipimpin oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Suatu ketika, sampailah berita kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Raja Romawi akan menyerang Madinah Munawwarah dengan bala tentara yang besar melalui Syam. Mengyongsong berita itu, pada hari Kamis tanggal 5 bulan Rajab tahun kesembilan Hijriyah, beliau berangkat dari Madinah untuk menghadapi mereka.

Ketika itu, cuaca sangat panas dan jumlah musuh pun sangat besar. Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengumumkan kepada Pasukan Muslimin secara terang-terangan, bahwa mereka akan berangkat untuk menghadapi Raja Romawi. Hal ini dimaksudkan agar Pasukan Muslimin mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan juga pada saat itu, beliau sendiri secara langsung menggalakkan infak kepada Kaum Muslimin.

Dalam perang inilah Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu mengorbankan seluruh hartanya, sehingga ketika Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?” Ia menjawab, “Kutinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka.” Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu juga mengorbankan separuh hartanya, yang kisahnya tertukis dalam bab keenam kisah ke-4. Sedangkan Sayyidina Utsman Radhiyallahu ‘ahu menyiapkan perlengkapan perang untuk sepertiga pasukan. Demikian pula setiap shahabat yang lain, menginfakkan harta menurut kemampuan mereka masing-masing. Padahal masa itu, kebanyakan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum sedang mengalami kesempitan, sehingga sepuluh orang shahabat harus bergantian mengendarai seekor unta. Oleh sebab itu, perang ini pun disebut sebagai Jaysyul ‘Usrah atau Pasukan Kesulitan.

Memang perang ini penuh kesulitan. Jarak yang ditempuh sangat jauh dan musim yang sangat panas. Disamping itu, buah-buah kurma di Madinah sudah masak dan siap dipanen. Padahal kehidupan penduduk Madinah bergantung pada kurma. Inilah kesempatan mereka mengumpulkan rezeki untuk satu tahun. Keadaan itu menjadi ujian yang sangat berat bagi Kaum Muslimin. Di satu sisi, rasa takwa kepada Allah Subhaanahu wata’ala dan perintah Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mungkin mereka abaikan. Di sisi lain, berbagai kesulitan menghadang, khususnya kebun yang telah mereka usahakan selama setahun. Sungguh satu hal yang sulit meninggalkan tanpa ada yang mengurus, padahal sudah siap panen. Namun, kerena ketakwaan mereka kepada Allah Subhaanahu wata’ala mengalahkan segalanya, mereka segera menyambut seruan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga yang tinggal di Madinah hanyalah kaum munafik, orang-orang udzur, wanita, dan anak-anak.

Ada sebagian shahabat yang tidak dapat meninggalkan Madinah karena tidak ada kendaraan yang dapat ditunggangi. Mereka menangis menyesali keadaannya. Mengenai kejadian tersebut, turunlah ayat Al-Qur’an:

Mereka kembali, sedangkan mata mereka bercucuran karena sedih tidak memiliki apa yang dapat meereka infakkan.” (Q.S. At-Taubah: 92)

Seluruh shahabat Radhiyallahu ‘anhum yang tidak ada udzur menyertai peperangan tersebut, kecuali tiga orang shahabat. Kisah mereka akan diketengahkan kemudian.

Di tengah perjalanan, mereka melewati perkampungan Kaum Tsamud. Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menutupi wajah beliau yang penuh nur dengan ujung kain baju sambil mempercepat untanya dan member perintah kepada para shahabat Radhiyallahu ‘anhum, “Kalian harus segera melewati kampong orang-orang zhalim ini, dengan menangis dan takut jangan-jangan azab yang menimpa mereka menimpa kalian.” (dari Kitab Islam Khamis)

Faidah

Meskipun Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah kekasih Allah Subhaanahu wata’ala, beliau tetap merasa takut ketika melewati tempat orang-orang yang pernah diazab oleh Allah Subhaanahu wata’ala. Begitu pula beliau menyuruh para shahabatnya untuk segera lewat sambil menangis khawatir azab tersebut menimpa mereka. Para shahabat pun walau dalam keadaan sangat sulit, tetap menunjukkan kesetiannya.

Sebaliknya, kita malah menjadikan kawasan yang terkena gempa bumi atau bencana sebagai tempat wisata dan bersenang-senang untuk melihat tempat keruntuhan. Jangkan kita menangis, berpikir untuk menangis pun tidak terlintas dalam hati.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kedua “Perasaan Takut kepada Allah Subhaanahu wata’ala” 8. Kisah Perjalanan ke Tabuk Melewati Perkampungan Kaum Tsamud (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: