5. Kisah Perasaan Takutnya Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu kepada Allah Subhaanahu wata’ala

Sesuai kesepakatan ahli sunnah, Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang paling utama di antara seluruh manusia di dunia ini selain para nabi Alaihimus salam. Dia dipastikan termasuk ahli surga. Baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sendiri memberi kabar gembira bahwa ia adalah ahli surga, bahkan dikatakan akan menjadi pimpinan kaum tua yang akan masuk surga. Semua pintu surga akan memanggil namanya dan menyampaikan kabar gembira kepadanya. Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang paling dahulu masuk surga dikalangan umatku adalah Abu Bakar.” Meskipun demikian, Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Alangkah bahagianya, seumpama aku menjadi sebatang pohon yang akhirnya ditebang.” Ia juga berkata, “Alangkah bahagianya, seumpama aku menjadi rumput yang dimakan hewan.” Kadangkala ia berkata, “Alangkah bahagianya, seumpama aku menjadi sehelai bulu di badan seorang mukmin.” Suatu ketika, ia pernah berada di dalam sebuah kebun dan melihat seekor burung yang sedang berkicau. sambil menarik nafas berat, Sayyidina Abu bakar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai burung, alangkah beruntungnya hidupmu. Kamu makan, minnum, dan berterbagangan di antara pepohonan, tetapi di akhirat tidak ada hisab bagimu. Alangkah bahagianya, seumpama Abu bakar menjadi sepertimu.” (dari Kitab Tarikhul Khulafa)

Sayyidina Rabi’ah Aslami Radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Suatu ketika pernah terjadi kesalahpahaman antara aku dan Sayyidina Abu bakar Radhiyalallahu ‘anhu. Ia berbicara kasar kepadaku, sehingga aku tersinggung. Ketika ia menyadari kesalahannya, ia berkata kepadaku, ‘Ucapkanlah kata-kata kasar kepadaku sebagai balasan!’ Namun, aku menolaknya. Ia berkata, ‘Kamu harus mengucapkannya. Jika tidak, akan kuadukan kepada Baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam!’ Aku tetap tidak menjawab apa pun. Lalu, ia bangun dan pergi meninggalkanku. Ketika itu, beberapa orang dari kabilahku (Banu Aslam) yang menyaksikan kejadian tersebut berkata, ‘Orang ini aneh sekali. Ia sendiri yang bersalah dan ia sendiri yang mengadukannya kepada Baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.’ Aku berkata, ‘Tahukah kamu siapa dia? Dialah Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu. Jika ia marah kepadaku, tentu Baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kekasih Allah Subhaanahu wata’ala akan marah kepadaku, dan jika beliau marah, maka Allah Subhaanahu wata’ala pun akan marah. Jika demikian, maka Rabi’ah pasti akan binasa.’ Kemudian aku pergi menemui Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan kejadian tersebut. Beliau bersabda, ‘Sikapmu benar, memang sebaiknya kamu tidak membalasnya, tetapi katakanlah, ‘Semoga Allah Subhaanahu wata’ala memaafkanmu, wahai Abu Bakar.”

Faidah

Inilah contoh perasaan takut kepada Allah Subhaanahu wata’ala. Hanya karena sepotong kalimat yang sepele, Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu demikian takut balasannya (di akhirat). Ia sangat cemas dan khawatir, segingga ia sendiri yang minta dibalas, bahkan mengadukannya kepada baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam agar Sayyidina Rabi’ah Radhiyallahu ‘anhu membalasnya.

Pada hari ini, kita mudah untuk saling mencaci tanpa rasa khawatir sedikit pun akan balasan perbuatan kita kelak di akhirat atau Hari hisab.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kedua “Perasaan Takut kepada Allah Subhaanahu wata’ala” 5. Kisah Perasaan Takutnya Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu kepada Allah Subhaanahu wata’ala (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: