8. Kisah Islamnya Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu

Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu dan Sayyidina ‘Ammar Radhiyallahu ‘anhu memeluk Islam dalam waktu yang sama. Pada waktu itu, Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang berada di rumah Sayyidina Arqam Radhiyallahu ‘anhu. Kedua orang ini berangkat dari tempat yang berbeda untuk menemui Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. Secara kebetulan mereka berdua bertemu di depan pintu rumah Sayyidina Arqam Radhiyallahu ‘anhu. Keduanya saling menanyakan maksud kedatangan masing-masing. Ternyata maksud kedatangan mereka berdua sama, yakni untuk memeluk Islam dan berusaha mengambil keberkahan dari Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu pun masuk Islam. Setelah ia masuk Islam, ia juga mengalami penderitaan seperti Kaum Muslimin yang jumlahnya masih sangat sedikit dan lemah. Ia disakiti dengan berbagai macam cara. Akhirnya, karena tidak tahan menanggung penderitaan itu, ia berniat untuk hijrah. Namun, Kaum Kafir Quraisy sangat tidak suka bila orang-orang Islam pergi ke tempat lain dan hidup dengan tenang. Apabila orang-orang kafir itu mendengar ada orang Islam yang akan berhijrah, mereka akan berusaha menghalang-halanginya. Orang-orang kafir Quraisy pun mengirim serombongan orang untuk mengejar dan menangkap Sayyidina Shihaib Radhiyallahu ‘anhu. Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu membawa satu wadah yang penuh dengan anak panah. Ia berseru kepada Kaum Kafir Quraisy, “Dengarkanlah! Kalian tahu aku pemanah yang paling mahir di antara kalian. Selama masih tersisa satu anak panah padaku, kalian tidak dapat mendekatiku. Jika anak-anak panah ini habis, akan kugunakan pedangku untuk melawan kalian, sehingga pedang ini terlepas dari tanganku. Setelah itu, berbuatlah semampumu. Tetapi, jika kalian mau, sebagai ganti nyawaku, kalian akan keberitahu tempat hartaku di Makkah, dan akan aku berikan kepada kalian kedua budak perempuanku. Ambillah semuanya.” Kaum Kafir menyetujui usul tersebut. Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu menyerahkan hartanya, kemudian melepaskan diri. Terhadap kejadian ini, maka turunlah ayat Al-Qur’an:

Dan di antara manusia ada yang menjual dirinya demi mencari ridha Allah. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” (Q.S. Al-Baqarah: 207)

Ketika itu, Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang berada di Quba. Saat melihat kedatangan Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda, “Sangat beruntung perniagaanmu, wahai Shuhaib.”

Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Suatu ketika, Baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang memakan kurma, dan aku menyertai beliau makan. Ketika itu, salah satu mataku sedang sakit, lalu Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Hai Shuhaib, matamu sakit, tetapi kamu memakan kurma?’ Aku menjawab, ‘Ya Rasulullah, aku makan dengan sebelah mataku yang sehat ini.’ Baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tertawa mendengar jawabanku.”

Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu banyak membelanjakan harta di jalan Allah Subhaanahu wata’ala, sehingga Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu pernah berkata kepadanya, “Engkau telah berlebih-lebihan, wahai Shuhaib!” Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Aku tidak menggunakannya untuk hal yang sia-sia.” Ketika Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu hampir wafat, ia berwasiat agar Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu mengimami shalat jenazahnya. (dari Kitab Usudul Ghabah)

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesatu “Ketabahan Menghadapi Kesusahan dan Cobaan Demi Agama” 8. Kisah Islamnya Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: